Ngobrol Bareng WP ID #2 – Devin Maeztri

Inisiator @PerempuanWP, Reviewer WordPress.com, Sahabat Kucing dari Catrescue.id dan Pecinta Lingkungan

Rasanya sangat beruntung sekali, kali ini kita berkesempatan ngobrol bareng seputar WordPress bersama seorang penggerak komunitas di isu lingkungan hidup (dan WordPress).

Saya kali pertama bertemu Mbak Devin di WordCamp Denpasar 2016. Beliau adalah salah satu relawan yang bertugas membantu di meja registrasi dan membagikan kaus kepada para peserta. Ternyata kesempatan itu adalah pertama kali Mbak Devin terlibat di kegiatan komunitas WordPress. Dan setelah itu tidak hanya di Indonesia, saat ini Mbak Devin juga aktif di kegiatan komunitas WordPress di luar negeri. Selain itu beliau juga aktif berkecimpung di isu lingkungan hidup.

WP ID: Halo Mbak Devin! Bagaimana kabarnya? Di situs web pribadi devinmaeztri.com, background Mbak Devin adalah lingkungan hidup. Bagaimana ceritanya bisa bertemu dengan WordPress, hingga akhirnya aktif di komunitas WordPress?

Devin Maeztri: Halo Mas Kharis! Alhamdulillah sehat dan lagi sibuk dengan beberapa kegiatan.

Iya Mas, saya memang tidak punya latar belakang IT, coding atau tech apapun. Kebetulan saya senang belajar hal baru dan ingin selalu memanfaatkan kesempatan untuk berkontribusi bagi banyak orang. Jadi ketika tahun 2016 pacar saya yang sekarang suami saya memperkenalkan WordPress, dan mengajak saya terlibat di WordCamp dan Meetup, saya menyambut baik.

Tetapi hal universal tentang WordPress yang membuat saya tertarik untuk terlibat lebih jauh adalah semangat open source dan komunitasnya. Saya melihat potensi komunitas WordPress di Indonesia besar, tetapi tidak semua orang punya kemampuan dan pengalaman menggerakkan komunitas. Kebetulan saya punya dua hal tersebut, dan saya ingin berkontribusi dengan apa yang saya punya untuk WordPress, dan tentunya saya juga harus belajar banyak tentang WordPress.

WP ID: Mbak Devin sangat aktif menyuarakan isu-isu lingkungan yang semakin parah akhir-akhir ini di Facebook. Apakah Mbak Devin juga menggunakan platform digital lain seperti WordPress untuk keperluan kampanye lingkungan? Seberapa besar pengaruhnya? Dan, adakah contoh-contoh situs web kampanye lingkungan yang dibuat dengan WordPress?

Devin Maeztri: Saya pribadi menggunakan Facebook sejak tahun 2007 ketika saya masih kuliah S2 di Australia tentang Lingkungan Hidup, dan memanfaatkan Facebook untuk membagikan informasi yang saya anggap penting. Sebenarnya pertama kali saya punya akun WordPress adalah di tahun 2014. Saya ingin menuliskan opini tentang semua hal yang saya lihat sehari-hari sebagai komuter di Jakarta. Walau banyak orang bilang saya punya kemampuan menulis, ternyata memulai menulis dan menyusun opini ke dalam sebuah tulisan tidak mudah. Saya mulai lagi menulis dan memulai blog saya di tahun 2016, juga atas dorongan suami. Akan tetapi, membuat tulisan secara konsisten dan berkala tetap tidak mudah. Silahkan kalau mau mengintip blog saya https://devinmaeztri.blog/.

Saya pernah bekerja untuk organisasi kampanye perubahan iklim global yang diinisiasi oleh anak muda di Amerika. Mereka memulai kampanye secara digital di tahun 2009-2010, dan berhasil menggerakan anak muda di seluruh dunia melalui kekuatan situs web dan media sosial. Hingga saat ini mereka masih menggunakan platform WordPress. Walau ada rekan kerja yang khusus berperan sebagai Digital Campaigner, saya tetap terlibat dalam memeriksa konten, layout, dan interface dari situs web untuk target kampanye di Indonesia. Silahkan juga dilihat situs webnya https://350.org/ dan kampanye mereka seperti https://globalclimatestrike.net/

WP ID: Sekarang giliran pertanyaan agak personal. Mbak Devin sekarang bekerja di mana? Apakah berkaitan dengan WordPress?

Devin Maeztri: Sejak akhir tahun lalu saya tidak lagi bekerja full time. Beberapa bulan saya istirahat dari rutinitas kerja. Tetapi saya tetap aktif belajar banyak hal termasuk memulai kegiatan menyelamatkan kucing liar melalui program steril. Saya belajar mengelola situs web yang dibuat di WordPress, jadi saya belajar menggunakan block editor. Situs web ini masih perlu ditingkatkan dan diperbarui, tetapi silahkan dilihat dan didukung ya Mas. https://catrescue.id/

Beranda catrescue.id

Saya akhirnya memutuskan untuk bekerja paruh waktu atau freelance sejak bulan Juli. Saya sempat aktif di sebuah proyek lingkungan hidup yang didanai Uni Eropa. Selebihnya saya aktif sebagai freelance consultant untuk Automattic (perusahaan di balik WordPress) yaitu reviewer/validator Bahasa Indonesia untuk WordPress.com. Tugas saya adalah melihat kembali hasil penerjemahan konsultan lain dan meningkatkan kualitasnya agar mudah dipahami dan para pembaca dapat merespon positif.

WP ID: Saya sangat tertarik dengan tulisan Mbak Devin di sini. Kalau boleh saya sarikan, “berkontribusi di komunitas WordPress adalah investasi”. Mbak Devin sudah lama berkontribusi dan akan terus aktif. Bisa diceritakan pengalaman Mbak Devin berkontribusi dan pengaruh positif yang diperoleh.

Devin Maeztri: Benar Mas, saya akan terus berkontribusi dan aktif di komunitas WordPress. Hmm, rasanya banyak hal positif yang saya dapatkan dan hal positif tersebut tidak selalu dapat diukur dengan uang.

Saya jadi lebih paham tentang dunia IT, proses pembuatan situs web, mengelola situs web, bekerja dalam tim relawan internasional dari jarak jauh (walaupun sudah ada pengalaman saat kerja dengan 350.org), dan lainnya. Kemampuan digital saya bertambah yang memperkaya portofolio saya. Kemampuan ini dapat saya manfaatkan untuk membantu komunitas dan juga membuat saya lebih yakin ketika melamar pekerjaan di bidang IT, bidang yang baru buat saya.

Beranda 350.org

Saya juga melihat banyak orang mendapatkan manfaat dengan aktif di komunitas WordPress, mendapatkan pekerjaan di perusahaan yang mereka idamkan atau pekerjaan dengan peran yang mereka impikan. Banyak orang juga mendapatkan proyek yang dapat dikerjakan dengan timnya atau malah dengan bertemu orang baru dan memperluas jejaring banyak orang membuat proyek baru yang dapat membuka peluang kerja bagi banyak orang.

WP ID: Apa motivasi yang membuat Mbak Devin tetap aktif berkontribusi di komunitas WordPress? Bagaimana cara Mbak Devin mengatur pembagian waktu antara karir profesional dan kontribusi?

Devin Maeztri: Seperti yang saya sampaikan sebelumnya, saya senang jika dapat berkontribusi atau menolong banyak orang, jadi ini motivasi terbesar saya. Bagaimana hidup saya dapat bermanfaat bagi banyak orang, jadi bukan hanya bekerja untuk diri sendiri dan keluarga, walau tetap ini menjadi prioritas utama, karena kita harus dapat menolong diri sendiri sebelum menolong orang lain.

Saya memegang teguh komitmen saya dan belajar menentukan prioritas. Ada kalanya saya membutuhkan waktu untuk istirahat dan berhenti sejenak mengumpulkan energi dan menjernihkan pikiran. Tetapi saya berusaha untuk kembali menyelesaikan apa yang sudah saya niatkan, dan tidak menunda apa yang harus dilakukan tanpa alasan yang kuat. Saya juga berusaha mengkomunikasikan ke tim jika ada kemajuan dan hambatan, sehingga kerja tim tetap dapat berjalan.

WP ID: Dari laman ini, WordPress berbahasa Indonesia masuk peringkat tiga besar. Wow! Bagaimana Mbak Devin melihat fakta ini? Apa potensi yang bisa dioptimalkan ke depannya? Apakah berkarir profesional di WordPress bisa menjadi pilihan alternatif bagi pecinta WordPress?

Devin Maeztri: Wah saya malah baru tahu. Ini hanya untuk WordPress.com kan ya. Artinya sebenarnya lebih banyak lagi jumlahnya atau besar persentasenya jika WordPress.org disertakan. Walaupun jika dilihat persentasenya kecil dibandingkan Bahasa Inggris yang memang bahasa internasional, sangat besar potensinya untuk meningkatkan pengguna WordPress di Indonesia. Terlebih lagi, meningkatkan kontribusi pengguna WordPress yang sudah ada untuk komunitas WordPress di Indonesia.

PR terbesarnya menurut saya adalah untuk memahami WordPress dengan lengkap, bedanya WordPress.com dan WordPress.org serta hal yang ditawarkan masih-masing, open source, GPL dan komunitasnya. Jika paham maka tidak ada alasan untuk tidak menggunakan WordPress. Dan peluang untuk berkarya dan berhasil di WordPress tentunya sangat besar.

WP ID: Sejauh yang saya temukan sampai saat ini, Mbak Devin adalah satu-satunya perempuan yang sangat aktif di komunitas WordPress Indonesia. Adakah teman-teman perempuan lain dari teman Mbak Devin yang sudah terlibat? Kalau tidak salah, komunitas WordPress di Indonesia saat ini didominasi oleh laki-laki. Adakah keinginan untuk mengajak perempuan aktif di komunitas WordPress? Bagi yang tidak punya background IT, bisa mulai ikut berkontribusi di bidang apa?

Devin Maeztri: Kalau boleh saya menambahkan, saya melihat sebenarnya banyak pengguna WordPress di Indonesia yang tidak kalah cemerlang dibandingkan pengguna WordPress dari luar negeri.

Akan tetapi, mungkin banyak yang kurang pede untuk tampil, salah satunya karena merasa tidak dapat berbahasa Inggris dengan baik. Jadi saya ingin mengajak teman-teman juga untuk terlibat dalam kegiatan penerjemahan dan memanfaatkannya untuk melatih kemampuan berbahasa Inggris. Teman-teman, bisa bergabung di Slack WordPress Indonesia dan channel #translation.

Selain itu di berbagai negara termasuk di Indonesia persentasi keterlibatan dan peran aktif perempuan masih rendah, padahal kita punya banyak WordPress developer, designer, blogger, atau marketer perempuan. Di dunia IT yang masih didominasi pria, teman-teman perempuan mungkin merasa sungkan untuk tampil. Saya juga sedang memulai upaya untuk membangun safe space dan membantu teman-teman perempuan untuk tampil dan membantu mengangkat keterlibatan perempuan lain di komunitas WordPress. Upaya ini juga didukung oleh beberapa teman pria untuk meningkatkan keberagaman dan keterwakilan perempuan. Silahkan teman-teman bergabung di Slack WordPress Indonesia dan channel #perempuanwp atau follow akun Twitter @PerempuanWP

WP ID: Sepertinya ini dulu obrolan kali ini. Sudah banyak informasi yang saya dapat. Obrolan yang sangat berbobot dengan ahli lingkungan yang cinta WordPress. Sebagai pelengkap, minta dishare foto tempat kerja Mbak Devin saat ini. Terimakasih banyak.

Devin Maeztri: Sama-sama terima kasih banyak Mas Kharis, sudah mengangkat profil saya yang tidak punya latar belakang tech dan perempuan.

Tinggalkan Balasan